Thursday, January 27, 2011

aini aku sayang

Embun pagi masih manja, mengeliat di daun itu,,,matahari masih diem-diem memotret jauh ke arahku,, menyapaku mesra.


"Aaahhh,," masih ngantuk,, mataku masih tertahan oleh cairan yang lengket mengeras ini,,

rasanya baru sebentar,, baru tadi aku menghisap batang manis itu,,, rasanya barusan aku masih melihat dua orang menggila dalam layar portabel,,,


Beberapa saat,, sejuknya angin membangun ku dalam lamunan, teringat Aini, gadis berkerudung putih panjang itu.. kaka kelasku yang sangat mempesona,,, yang cantik jarinya,,, menggelitik hati ini pelan menggelikan,,

Friday, January 21, 2011

Langit Jingga waktu itu

Langit kali ini nampak menjingga, dan sang surya sekarang sudah mau beranjak saja ke bagian lain dari bumi ini. Warnanya yang jingga ditambah corak-corak biru yang masih tertinggal di sepertiga bagian atas. Sore ini tidak seperti biasanya banyak anak-anak yang masih merentangkan jarinya untuk mendorong gundu. Tidak seperti biasanya ibu-ibu masih berderet rapi jongkok dan memeriksa setiap alur rambut orang di depannya untuk mencari kutu. Ada suasana yang lebih pikuk disana. Di ujung gang itu, banyak orang bergemuruh mengitari sesuatu yang berada di tanah.. tak ubahnya sedang melihat ayam jago berkaki empat saja.

Thursday, January 20, 2011

.....?! U know,,,, what I mean,,,

Mata ini tarus meltot tjam.. PndagnY jauh kdpan tp msh jg da bauran d ujug bingkai pndganY. Bibr neh tak ubhY lalat yg t'pragkp sarg lba2, msh lgket bekas es cendol td... panjagkn kaki, ke arah jeruji yg mbntuk rupa mirip molekul bnzena, nmun tak shrumY.. Tak pduli pmdgan itu tampak tak sopan oleh mta orang dluar sana.. Sekali lg, dia msh tertgun t'diam kaku d kasur dgan seprai gmbar club machster unitd yg sudh b'rantak,, T'ingat sosok tmanY yg kini terbng brputar d program otakY.. Pernyatan malam tdi.. Trjadi dua kali, stlah mimpiY sore itu... "aku cinta kamu"... LayakY negri mthari yg sdag musm semi khlagn elok paras wrna merah jambu dari bunga bukan jambu itu... Bgaikan.. Musm panas dgan sngatan mthari bershu 100 drjat clcius m'nytuh tlajag bdan orag brmbut tembga itu... N tdk lupa musm winter,, yg tdk sepert byasaY m'cptakn permdani puth d sepjag jalan, mlah mjdi trak terjal tak luput dari duri yg t'buat dari es stingg 1 m dgn als stgah mter n branak pinak... TlingaY tak mampu myring kta2Y... Dia bkrja bk sesuai mata yg menolehY... Mash ada, msh jelas rmbut tipis t'tata rapi diatas multY... Smua b'jaln d luar sknarioNYA.... persan itu tlah dluapkan... Tak pduli bgaimana kumis tadi m'cob m'nhan skuat tnaga, akhr lepas juga... Tak peduli lg dia dgan burung yag msh tmbuh lebat buluY... Yg sudh menanti untk tdur d sarang, d sbuah cekugan kdalam tengah pohonY,hangat d dlamY saat musm nant.. Dia mlah mgkibaskan burung itu terbng brtmu burung lain.. B'cgkrama.. Dia kmudian tak hbs pkir... RasaY kebaikn itu rontok bgai musm gugur yang tidak thu dgan kekuatn apa, membuat dedaunan iklas t'kulai d tnah, b'gulat lemah, t'bwa hngga, k perapian dan gosog mjadi lenyap tak b'sisa esok hari.... Bgtupn pkirnya saat ini, lalu st mlam kmudian mjdi htam kental dgan bulan bulat bugilY dan st kmudian puth cerah m'buka gelap oleh mathri b'serta energY yg mghagatkn... Htinya yg telah beku dingn...

What the ***** (tiiit)

finally,, done...
yeah,, all my exams have finished... but Actually it isn't ending for all.
Semuanya belum berakhir,, sekarang ini yang justru menegangkan,, rasanya menunggu sebuah keputusan dari pengadilan akibat kasus pembunuhan yang aku lakukan,, http://www.emocutez.com *lebay...
teringat kemarin,, saat-saat perjuangan melawan fluktuasi makroekonomi,,, begitu dahsyat,, membuat the great depression ja dah,, kesulitan mikroekonomi yang tak terturunkan secara lagrangian,,, selanjutnya ketidakpastian yang besar dari metstat,, hingga kayaknya tidak ada hubungan linear dan korelasinya antara belajar dengan kemudahan dalam mengerjakannya,,, Astaga,, semua terasa kurang adanya Human Resource Management dah pada pengantar manajemen,,,,,, huhu,,http://www.emocutez.com dan semua hanya membuat arus kas ku menjadi minus,, hahaha... dasar pengantar akuntasi..
at least,, over all aku puas dan mesti bersyukur,,,thanks for my mom,, yang selalu mendoakan aku,,,
terima kasih buat teman-teman gue, yang sudah membantu banyak sehingga saya bisa seperti saat ini,, yang kedua,, ucapan terima kasih,,selanjutnya,,, http://www.emocutez.com *sudah2 vic,, jadi kaya pemenang award aja,, haha... ya ya,, pokoke thanks abiz dah,,, (bunyi: dengan mendok brandon dalam iklan indomie).. buat teman2 gue,, yang sudah rela membuka lapak di kostan nya buat nampung gue,http://www.emocutez.com,,,, makasih banyak,,,
ok,, its time for gue buat buat senang2,,, tak ada lagi gundah gelisah apalagi galau,, hahhaa,,
selamat buat metstat yang sudah bikin gue tertawa sedih,, pengakun yang sangat menakjubkan,,, gue tunggu kalian di nilai KRS gue,,, untuk gue jamu,,, http://www.emocutez.com *stress neh topikk
welcome my holiday,,,,, lets enjoy with me,, hahaha
la la la la,,, *mencoba menghilangkan rasa stress..

I hope...

Wajahnya mengkerut, memerah dan ditambah dengan butiran-butiran sebesar jagung dalam kerut keningnya.. *dua menit lagi,,,
Semakin tak terkendali, pena itu sudah seperti Valentino Rossi yang menari di tracknya.. cepat menggoreskan tinta hitamnya ke lembar ujian. Goretan itu pun tak ubahnya seperti cacing kepanasan yang ditaruh di atas batu kali waktu siang bolong... Mengeliat, melengkung, tak terbaca..
"mampus aku, aku salah membaca kalkulator"... dan itu baru dikasih tahuNYA saat jam menunjukan 15.28, tepat dua menit sebelum ujian berakhir.. Pikiran ku sudah kemana-mana.. tak mungkin aku membiarkan saja jawaban ujian metode statistika ini,, Mana mungkin aku biarkan begitu saja masa depan ini... mana mungkin aku biarkan wajah ibu tertekuk tak bahagia melihat anaknya mendapat nilai jelek,,,  Coret yang itu,, lalu yang ini,, kemudian gambar itu,, selanjutmya kesimpulan yang tertulis dalam tanda "petik"... semua aku gores kanan kiri dengan pena yang standar itu...

Semuanya sudah terlambat untuk disesalkan,, seperti air sisa itu yang terlambat untuk di buang di tempatnya,, malah merembas menembus, membuat celana ku terlihat lebih gelap... saat waktu hanya tinggal gerakan paling cepat dari jarum yang berada pada jam dinding. Ya kira-kira butuh setengah kali keliling lagi.
Beberapa hari setelah hari perjuangan itu, ya Sekarang beserah diri adalah jawabannya,,, jawaban yang lebih sulit dari ujian kemarin itu, begitu sulitnya menerima semuanya, iklas sebelum skenarioNYA terlakasana...  betapa sulit, sungguh,, I hope it happens soon..

Wednesday, January 5, 2011

Dibalik kemauan, disitu ada jalan

Sebut saja namanya Bapak Ujang.
Sudah hampir setengah abad dia mengabdikan diri di kampus X itu. Tak dapat aku bayangkan bagaimana berat perjuangan dia untuk tetap bekerja, menghabiskan umurnya, mengabdi untuk kampus x itu. Sejak tahun 1975 sampai sekarang posisinya tidak jauh berbeda, tidak ada kenaikan jabatan pula. Dia masih tetap di bagian kebersihan kampus. Hingga tahun 2011 kini, Ia menginjak masa-masa pensiunnya di umurnya yang sudah kepala enam ku rasa. "Bapak masih senang bekerja disini, walaupun bapak sudah tua, bapak ingin menghabiskn masa tua bapak disini. Kampus ini telah menjadi bagian dari hidup bapak." kata bapak, sambil tertawa ringan dengan pancaran kebahagian di raut mukanya yang sudah keriput itu.
Subhanallah, betapa cintanya beliau bekerja di kampus itu, tidak ada sama sekali penyesalan bekerja di situ. Mulai dari gajinya yang hanya enam ribu per bulan hingga sekarang menjadi empat ratus ribu. Ya, tentunya kenaikan gaji ini dibuntuti oleh "Penjahat Ekonomi" itu... ya benar, inflasi. Inflasi yang telah membuat kenaikan gaji itu tidaklah begitu berarti. Satu diantara banyak hal yang membuat aku bangga terhadapnya adalah bapak tiga orang anak ini mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah. Kayaknya hampir tidak mungkin, tapi itulah yang terjadi. Dua anaknya sekarang sudah menikah dan mempunyai pekerjaan. Sedangkan satu lagi masih kuliah di semester pertama di kampus X itu. "Asalkan kita ada kemauan, apapun itu pasti dapat kita capai." Itulah yang Bapak Ujang katakan kepada kami. Katanya yang penting kita niatnya mau belajar, mau menuntut ilmu, pasti nanti ada jalan kok dari Allah SWT. Bapak ini juga sempat bercerita mengenai mahasiswa zaman dulu dan sekarang. Katanya zaman dalu sangat berbeda dengan zaman sekarang. "Coba kita lihat sekarang, saat kalian, para mahasiswa masuk kuliah dan ternyata tidak ada dosen, apa yang kalian lakukan?" tanya beliau pada kami. "Sorak sorai pak, kami senang." "kami bisa main-main", "bisa makan juga pak." jawab kami bersahutan dan terjawab tanpa ada proses pemikiran yang panjang. Kemudian bapak itu pun menjawab setelah senyumnya kembali surut, "Kalian tahu, apa yang dilakukan kakak-kakak kalian dulu saat tidak ada dosen? Mereka melakukan demontrasi ke kampus. Mereka protes dan marah besar. Katanya mereka jauh-jauh kuliah ke sini untuk belajar. Mereka rela merantau dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan hanya untuk menuntut ilmu disini."
Jawab bapak dengan tegas. Katanya mahasiswa dulu itu, setelah lulus langsung kembali ke daerahnya, mereka mengembangkan ilmu mereka disana. Mereka juga belajar mati-matian untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan sekolah di luar negeri. "Kalian mungkin sekarang enak, bisa menyelesaikan skripsi kalian dengan mudah. Sekarang ini sudah banyak perpustakaan. Sudah ada yang namanya laptop. Sedangkan dulu, mereka harus ke luar kota hanya untuk mencari literatur untuk skripsinya." 
Sejenak aku tertegun, aku melihat diriku yang saat ini masih menjadi mahasiswa KTM, mahasiswa yang hanya memilki kartu identitasnya saja di kampus. Aku yang hanya belajar saat sudah mendekati ujian, aku yang hanya belajar untuk mendapatkan nilai. Sungguh sangat memalukan diriku ini. Mestinya aku bersyukur, orang tuaku masih cukup mudah membiayai sekolahku. Mestinya aku bersyukur, fasilitas yang ku miliki sekarang sudah lebih dari cukup. Ya Allah, nikmat apalagi yang telah aku ingkari. Ampunilah hambaMu ini.
Wawancara kami dengan Pak Ujang, membuat kami, khususnya aku tersadar. Bagaimana kerasnya hidup dapat dilalui dengan kemauan dan semangat juang yang tinggi. Terima kasih Bapak Ujang, kerja kerasmu membangun bangsa ini.

Waiting it, on Next Holiday

Belitung Island,, So Amazing.
....


Sunday, January 2, 2011

Tersenyumlah karena ku sanggup

Assalam,
H minus itu semakin kecil,, angkanya menurun,,
sekarang ini sudah sampe 8,,
tak tahu lagi,, besok besok sudah 7
besok lagi 5 dan hingga 3,,
dia mencekam,, sangat dekat hingga jantungku sesak dibuatnya,,
kali ini aku terkecoh dibuatnya,, dia merangkak naik,, hingga aku terkejut saat tiba waktunya,, dia di hadapan q,,
Sebelum q sempat untuk menggapainya,, mahluk yang lain datang,,
mahluk yang menyerang langsung ke hati dan pikiranku
merambat ke setiap sensor dalam tubuhku,, merasuk ke jajaran neuron yang ada,,
semua terkendali penuh oleh kekuatannya
Tak kuasa,,, hampir aku terengut semua jeratnya,,
Hingga sosok dia memangil q
sosok yang masih dapat ku dengar hingga hatiku yang telah teracuni,,
lirih,, dapat merasuk hingga ke ubun-ubun ku,, ya,, kata semngat darinya,,
hingga menjadi kekuatan yang besar buat ku menghadapi monster itu,,
monster "lazzy" itu,,
engkau orang nomor satu dalm hidup q sekarang,, hingga nanti,,
aku yakin itu,, sepenuhnya,,
mom,, i love u,, semoga,, hari-hari mendekati ujian ini aku sanngup blajar,, dan tersenyumlah karena ku sanggup...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...