Saturday, December 31, 2011

Allah yang Menyuruh Kita Bermimpi

At this moment...
It's time to remember all of the experiences last time.
Get it... get your fault ever done.
OK, enough... make it becomes a lesson for future.
Now, let's make dreams in this year.

musicintheraindrop.blogspot.com
Selamat tahun baru masehi semuanya. Apa yang telah lu lakuin kemarin? semua sudah sesuai rencana? Hah kenapa? kok bisa? *please please control*, hahaha. Yap, gue rasa pasti ada aja kurangnya di tahun kemarin. Hmm, kurang inilah, itulah, yang ono dsb. Sebenarnya kalau boleh gue ambil kesimpulan, intinya kegagalan lu itu karena usahamu, yang mungkin kurang maksimal.

Friday, December 30, 2011

Zakat sebagai solusi keadilan sosial umat

amaliah-astra.com
A: "Apakah bulan ini kamu sudah membayar zakat?"
B: "Belum, kan belum idul fitri".
A: "Hehe, zakat itu bukan hanya pas lebaran", Zakat itu juga dikeluarkan     terhadap emas, perak, pertanian, ternak dan lain-lain ya"

Tidak bisa dipungkiri, saat ini masih banyak orang-orang di luar sana yang belum mengenal zakat. Tapi, bukankah teman-teman tahu kalau pilar utama Islam, salah satunya adalah membayar zakat. Dalam rukun Islam, membayar zakat merupakan perintah ketiga setelah sholat. Hal ini tentunya apabila setiap muslim tidak menegakan pilar ini, maka akan terjadi kerapuhan dalam agamanya. Perintah untuk membayar zakat, Infaq dan Sedekah ini banyak disebutkan dalam Al-quran dan Al-Hadits loh. 
"Siapakah yang mau memberi peinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan." (Al-Baqarah: 245)
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Alah Mahaluas, Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 261)

Wednesday, December 14, 2011

Nylemong dan Etika Terhadap Pengajar

Hi guys,
Selamat pagi. guys, gue pengin nanya siapa neh yang di kelas suka berceloteh? hmm, maksudnya nylemong*? Kalau begitu sungguh tepat bercerita duka bersama gue #T.T
 *nylemong = omongan ga penting yang dilontarkan di kelas dengan volume terdengar sampai pojokan kelas, bikin gaduh kelas, dan bikin pengajar naik darah dan ngasah golok.

Iya, sebelumnya gue pengin buat pengakuan kalau gue adalah orangnya, iya, sang penylemong *sebut aja gitu, ribet dah*. Kebiasaan ini gue tekunin mulai dari gue smp kelas dua. Awalnya gue sebagai siswa berprestasi tingkat RT waktu itu, diberikan amanah untuk menyadarkan teman gue yang benar-benar dah stadium 4 mengidap penyakit nylemong. Sungguh kronis banget dia, guru itu dimata dia bagaikan apa ya? ga ngerti dah, kayakna mah sudah tidak ada batas gitu #sungguh gue masih tahap pemula.

Intinya gue malah tertular virus dia itu *nah lo* Nyahaha.  Sampai sudah tahap perkuliahan ini, gue masih terkadang seperti itu. Hahaha, gila kan ya, gue sih ga pernah nyalahin teman gue itu, karena apapun pengaruh orang,  finally, I'm decision maker, hehehe.

Friday, December 9, 2011

Analisis Tataniaga Ubi Jalar (Ipomoea batatas L) di Desa Cikarawang, Kec. Dramaga, Kab, Bogor

BAB I
PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara agraris, oleh karena itu sektor pertanian menjadi sektor yang memiliki peranan penting. Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan sebagai pengadaan pangan, penerimaan devisa, penyediaan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan petani di Indonesia. Kontrbusi sektor pertanian dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku adalah sekitar 14,5 persen pada tahun 2008. Selain itu sektor pertanian  juga telah berperan strategis dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), dari sekitar 108 juta angkatan kerja, sekitar 38,35 % bekerja pada sektor pertanian per Agustus 2010 (BPS 2011).  Berdasarakan bidang usahanya, sektor pertanian terbagi atas subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan.
tanahsakti.blogspot.com
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2005, jumlah penduduk Indonesia telah mencapai angka 228.523.300 jiwa, dengan peningkatan sekitar 2,2 juta per tahun (BPS 2008). Dengan jumlah penduduk yang sebesar ini, maka diperlukan ketersediaan pangan dalam jumlah yang besar dan tidak tergantung kepada satu sumber pangan. Ketergantungan pada satu sumber pangan, yaitu beras dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai masalah serius di berbagai sektor seperti ekonomi, politik, keamanan, sosial dan lain-lain.  
Masalah pangan ini dapat diatasi salah satunya dengan diversifikasi konsumi pangan. Diversifikasi konsumsi pangan pada dasarnya memperluas pilihan masyarakat dalam kegiatan konsumsi sesuai dengan cita rasa yang diinginkan dan menghindari kebosanan untuk mendapatkan pangan dan gizi agar dapat hidup sehat dan aktif. Diversifikasi pangan ini memang sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, pengetahuan, kebijakan, faktor sosial dan tentunya ketersediaan pangan. Ketersedian pangan ini berarti bahwa sebuah negara telah memiliki persiapan sumber daya pangan alternatif untuk terwujudnya diversifikasi konsumsi pangan.

Tanaman pangan adalah tanaman yang dapat dikonsumsi. Tanaman pangan terdiri atas beberapa komoditas diantaranya padi, jagung, kacang tanah, kacang kedelai, ubi kayu dan ubi jalar. Ubi jalar adalah salah satu komoditi yang dapat membantu mengurangi konsumsi akan beras. Selain mengandung karbohidrat yang tinggi, ubi jalar mengandung beta karoten dalam vitamin A yang sangat tinggi.
 
Data kandungan gizi dari beberapa tanaman pangan dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Kandungan Gizi dan Kalori Ubi Jalar, Beras, Ubi Kayu, dan Jagung
Bahan
Kalori (kal)
Karbohidrat (g)
Protein (g)
Lemak (g)
Vit. A (SI)
Vit. C (mg)
Ca (mg)
Ubi Jalar
123
27,9
1,2
0,7
7000
22
30
Beras
360
78,9
6,8
0,7
0
0
6
Ubi Kayu
146
34,7
1,2
0,3
0
30
33
Jagung
361
72,4
8,7
4,5
350
0
9
Sumber : Harnowo, 1994

Luas panen, produktivitas dan jumlah produksi adalah salah satu kriteria yang dapat digunakan untuk melihat pola budidaya suatu komoditi. Ubi jalar setiap tahunnya selalu cenderung mengalami peningkatan dalam kriteria tersebut atau pola budidaya ubi jalar menaik setiap tahunnya. Berikut ini tabel luas panen, jumlah produksi dan produktivitas ubi jalar tahun 2007 – 2010 (Berdasarkan BPS 2010).
Tabel 2. Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Ubi Jalar di Indonesia
Tahun
Luas Panen (Ha)
Produktivitas (Ku/Ha)
Produksi (Ton)
2005
178.336
104,13
1.856.969
2006
176.507
105,05
1.886.852
2007
174.561
107,80
1 881 761
2008
183.874
111,92
2 057 913
2009
181.073
113,27
2 051 046
2010
177.605
122,32
2 172 437

Potensi-potensi yang ada pada ubi jalar membuat agribisnis ubi jalar ini semakin menarik. Hal inilah yang saat ini sedang dikembangkan oleh gapoktan Desa Cikarawang Kecamatan Darmaga Kabupaten Bogor. Agribisnis ubi jalar yang dilakukan ini agar dapat berperan sebagai lembaga tataniaga produk pertanian yang dihasilkan oleh petani di kawasan tersebut sekaligus dapat membantu petani dalam memasarkan hasil pertaniannya khususnya ubi jalar. Komoditi ubi jalar yang telah dikembangkan oleh petani desa cikarawang sebagai bahan pembuatan tepung ubi jalar, saos dan olahan makanan ini mengindikasikan bahwa ubi jalar memiliki potensi baik dari produk maupun pasar. Sistem tataniaga perlu menjadi fokus, agar didapatkan pemasarn ubi jalar yang efisien, tepat waktu dan sesuai dengan kulitas dan kuantitas yang diinginkan oleh konsumen.

Monday, December 5, 2011

Visit Bogor

Sing:

" Es lilin mah ceuceu... kalapa muda...
la la la laaaaaa... laa laaa... la laaa...

la la la,,, la"

OK, gue absurd banget dan harus diakui udah dua tahun lebih masih belum bisa bahasa sunda dengan baik sesuai EYD. Apalagi bahasa sunda Bogor sendiri yang memang biasanya dengan* "aing aing", "sia sia", waduh, it's more difficult.
Yah, itu mah katanya bahasa sunda kasar jadi akan susah aja buat gue belajar bahasa sunda yang baik dan bener. *sunda kasar biasa ditemukan di supir angkot dan alayer's Bogor

Kalau mang belum bisa, yasudalah, masa gue harus kawin dulu ama ceu mumun, kembang desa... #ngarep

Tapi, jangan beranjak dulu, kita masih belum melihat, sebenarnya apasih yang menjadi branding di Bogor? *Ala presenter silet

1. Bogor Kota Hujan
Gue harus dengan sadar menyampaikan bahwa pada saat musim hujan, Bogor akan hujan *ya iyalah fik*. Hmm, maksudnya ada yang ga wajar gituloh. Jadi kalo udah musim-musim hujan tuh, dapat dipastikan tiap sore pasti ujan akan mengguyur jemuran-jemuran diseluruh wilayah Bogor. Bayangkan, gue sering kali terancam memakai double side (side A side B

Friday, December 2, 2011

Ekonomi Gula dan Jalan-Jalan ke Thailand

Gula merupakan salah satu komoditi strategis Indonesia yang menjadi salah satu dari sembilan bahan pokok. Gula memiliki peranan penting pada sistem ekonomi pangan Indonesia. Hal ini disebabkan gula merupakan bahan makanan yang menyentuh banyak rakyat di Indonesia. Bagaimana tidak, setiap minuman yang kita minum pasti dikasih gula. Makanan-makanan yang ditumis pun masih membutuhkan gula sebagai bahan penyedap. Gula is the sweetest one #eaaa
syiwahoney.blogspot.com

Namun, dewasa ini kita masih mendapati ketidakseimbangan antara konsumsi dan produksi komoditi gula ini. Produksi gula nasional relatif berfluktuatif dari tahun ke tahun. Saat ini jumlah pabrik gula pada tahun 2010 mencapai 62 unit, namun hasil produksi total dan hasil per hektar merosot jauh dibandingkan pada tahun 1930-an dimana Indonesia mengalami masa keemasannya. Dulu kita berhasil melakukan ekspor, tapi mulai tahun 1966 ekspor dihentikan dan terkadang impor. 

So, what is the problem now?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...