Wednesday, June 27, 2012

Pasar Kunci Monopoli

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Selamat pagi saudagar-saudagar semua... 
Hari ini kami telah bersiap buat menuju kebun sayuran. Tapi sebelum kami beranjak, gue mau bercerita kisah kami hari kemarin, hari yang mengajarkan kami banyak hal.

26 Juni 2012

Penerimaan di Kecamatan
Hari itu kami diterima di kecamatan warung kondang(in). Seperti yang telah disampaikan di GK episode pertama hari pertama, jarak dari desa kami sampai ke kantor kecamatan itu jauhnya, sejauh model rambut baru Syahrini *ini jelas sesuatu*. Kami berangkat dengan 1 motor milik pribadi, dan 2 motor minjem dibayar ucapan makasih. Setelah melewati 100 anak sungai, 50 lembah, 25 gunung (syahrini), sampailah kami pada kecamatan tercinta *perasaan perjalanan lebih lama dari perkumpulannya dah*. Di sana kami berjumpa dengan teman se-kecamatan, ada tiga kelompok lain di desa yang berbeda, yaitu Nazar, Rama dan Taufik. Lalu kami bercerita, berbagi dan bersedih T.T hahaha... 

Survei Pasar
Setelah penerimaan dari kecamatan, kami langsung ke pasar becek atau tradisional. Di sana kami melakukan interview ke pedagang sayur mayur. Setelah dari pasar tradisional, rasanya tidak enak kalau kita ga menengok superpasar (red:supermarket). Kami ke Hipermart Cianjur Supermall untuk melihat bagaimana kondisi sayuran di pasar ini. Kami melihat harga sayuran untuk membandingkannya dengan harga di pasar tradisional.

Kunci Motor
For info, jalan menuju ke rumah kami itu "bergejolak" banget, dari mulai batu segede pant*at kuda nil sampai sebesar upil ikan teri ada deh kayakna. Setelah sampai ke atas, tepatnya di rumah pak kades. Tiba-tiba gue shock (efek: jedeeeerrrrrrrr) kunci motor pinjaman gue ilang dari lubangnya, padahal motor masih nyala anteng. What theeeff.... dimana tuh kunci... wah wah wah (panik se-kelurahan). Dengan berat hati akhirnya kita mutusin buat pulang kembali mencari kunci yang hilang entah kemana. *masalahnya, tadi naik itu perjuangan banget*. Tapi Alhamdulilah ketemu juga tuh kunci, tergeletak lemah tak berdaya di jalan berbatuan itu. Sampe lagi ke atas, spion motor (pinjaman) satunya lagi lepas, jatuh dari motor. *semua ketawa, karena ngerasa ngrusak motor pinjaman*... hahhaha

Monopoli
Dan kesengsaraanceriaan ini kita tutup dengan main monopoli bersama di malam harinya. Makasih guys. 


Monday, June 25, 2012

Hari Pertama Gladikarya

1st day GK

Good Morning guys. Kumaha damang? damang sadayana, Alhamdulilah.
*Pik kenapa sok sok sunda dah* Iya, donk kan akyu lagi gladikarya (sejenis KKP, KKN, atau Turun Desa) di sindang, Cianjur boo *mendadak banci alay*.

Yup, kemarin malam kami Gue, Ryan, Kiki, Winda dan Winny sampe di Desa Tegalega, Kec. Warung Kondang, Kab. Cianjur. Sumpah ini desa masuk peradaban apa ya? Dinasti chin kali yak.. *naon pik*. Gue ama Ryan naik Supri, dan Winda, Winny ama Kiki naik mobil *Sesuatu.

Gambaran Umum Desa
Bergujulan jalannya, minim penerangan *Cianjurnya aja udah gelap*, kayaknya orang-orang di sini suka gelap-gelapan di kamar masing-masing *eaaa. Desa ini dingin banget uy, air kaya cairan ES Cincau Lada Hitam dah. Buat masuk ke desa, kita mesti "menikmati jalan" kurang lebih 1000.000.000 KM/Jam kecepatan cahaya dari peradaban modern (red: Pasar/Kec). Itu kalau dikonversi kurang lebih 5 KMan lah.

Gambaran Poktan
Di desa ini, kami menginap di rumah Bapak Ujang. Beliau adalah ketua Poktan yang Bageur* Sekali. (*baik). Komoditi yang diusahakan di sini adalah segala jenis sayur kemayur, mulai dari caisin, tomat, brokoli (red: ata), tomat dan lain-lain. Tanaman ini ditanam di 8 ha, di samping perkebunan teh PTPN (kaya di cerita-cerita FTV). Dari 100an jenis tanaman yang diusahakan di sini, kurang lebihnya 40 jenis telah masuk ke Giant/Supermarket, bahkan pusat. (Masih belum tahu mesti seneng atau ga). Tapi yang jelas tujuan kami di sini adalah untuk belajar. Belajar banyak hal, pertanian, keluarga, budaya, agribisnis, adat, persahabatan dan lain-lain.

Teman-teman semua, tentunya kita bakal menghadapi berbagai maasalah dalam Gladi karya ini. tapi yuk, mari nikmati semuanya... "Selamat Makan"

Udah dulu ya, kami mau berangkat penerimaan di Kecamatan Warung Kondang. See you next time. Allah bless you


NB: Kalau gada halangan ane mau posting minimal seminggu 3 kali.

Thursday, May 3, 2012


ZAKAT PEMBANGUNAN PERTANIAN (ZPP) : SOLUSI ALTERNATIF MENGATASI MASALAH PERTANIAN
MELALUI MEKANISME TRICKLE DOWN EFFECT
DARI SEKTOR INDUSTRI KE SEKTOR PERTANIAN
by: Ario Seto dan Taufik Hidayat
Indonesia adalah negara berkembang yang secara makro-sektoral berstruktur agraris. Sektor pertanian secara luas telah berperan penting dalam pembentukan pendapatan perkapita dan penyedia lapangan pekerjaan. Sayangnya, dewasa ini telah terjadi pergeseran sektoral dari pertanian ke industrial secara besar-besaran. Hal ini mengakibatkan terjadi konversi lahan pertanian dan ‘migrasi’ tenaga kerja dari pertanian ke industrial.
Berdasarkan hal itu maka perlu adanya sebuah mekanisme baru yang mampu mengatasi pergeseran sektoral dari pertanian ke industrial. Oleh karena itu kami sebagai mahasiswa sekaligus agent of change kami ingin mengetahui penyebab seasonal poverty (kemiskinan musiman) dan rendahnya peghasilan petani terutama petani pangan serta keefektifan solusi yang pernah ditawarkan sebelumnya dalam menanggulangi masalah kemiskinan petani. Kemudian kami berusaha untuk memberikan solusi terbaik untuk permasalahan petani pangan melalui gagasan Zakat Pembangunan Pertanian (ZPP) sebagai kompensasi terhadap sektor pertanian dan manfaat serta dampak dari Zakat Pembangunan Pertanian (ZPP).
Gagasan berupa Zakat Pembangunan Pertanian (ZPP) ini melalui mekanisme trickle down effect atau efek penetasan ke bawah yakni dari sektor industri ke sektor pertanian merupakan salah satu gagasan untuk mengatasi masalah pertanian baik dari sisi petani maupun sisi produksi. Pada ZPP, komponen likuiditasnya adalah proporsi profit bersih perusahaan sebesar 2,5 persen. Profit yang digunakan untuk ZPP adalah profit perusahaan sebagai penghasilan dari pemilik modal (shareholder). Program Zakat Pembangunan ini didukung oleh pihak-pihak terkait yang saling bersinergi
Langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan program ini adalah industri mengeluarkan zakat untuk ZPP melalui Baznas dari 2,5 presentase keuntungan bersihnya.  Peran Baznas di sini sebagai intermediator dari mekanisme trickle down effect. Kemudian berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian terutama dalam data gapoktan daerah sasaran yang berhak untuk menerima Zakat Pembangunan Pertanian (ZPP). Selanjutnya diserahkan kepada Baznas lewat Lembaga Bantuan Khusus Pembangunan Pertanian Daerah (LBKPPD) yang kami rekomendasikan. LBKPPD ini kemudian sebagai tangan kedua dari Baznas untuk mengolah dana ZPP dan memberikan pembinaan serta pemberdayaan kepada gapoktan daerah. Dana ZPP ini kemudian digulirkan kepada petani-petani tanpa bunga. Selanjutnya keuntungan ini juga sebagai pendanaan pendirian Koperasi Gapoktan Mandiri yang dikelola oleh gapoktan dan dibina oleh LBKPPD. Koperasi ini memberikan pinjaman modal usaha, menyediakan kebutuhan pertanian, dan mengolah limbah pertanian.
Harapannya program ini mampu direalisasikan. Program ini akan memberikan manfaat seperti: pemberian modal usaha tanpa bunga, pendapatan insentif non fiskal untuk Industri, membersihkan harta bagi seorang muslim, petani mendapat dana insentif karena mencegah konversi lahan, dan usaha koperasi yang mensejahterakan gapoktan. Program ini kedepannya akan menghapus kemiskinan musiman (season poverty), peningkatan standar hidup petani, lahan pertanian akan tetap terjaga dalam penyediaan pangan nasional.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...