Tuesday, October 29, 2013

Osaka-Kyoto: A Technological Country and A Rube Person

31st October 2012. It was Wednesday cold morning at Kansai International Airport (KIX) at Osaka which is one of the biggest city at Japan. It was first time our flight abroad for attending a international conference, Me and Puji. We had idea to find Indonesian people for helping us. We had found a family who were looked Indonesian faces in Garuda Airline plane before we arrived. I looked around, to find them. We ran quickly to catch them. "Sorry, my name is Taufik. It's first time at Japan. Could you help us to process our passport and the way to go to Kyoto City". "Sure, my name Lisa". Alhamdulillah, thank you so much Mrs. Lisa, her friend and her brother.

The Airport
Crazy Person who Captured an Unpublished Activities
When I was following them, I tried to turn on my phone. Oh my God, no signal. Yeah sure, my phone just an ordinary phone without data connection, application, and the others smartphone drivers. It's 'stupidphone'. Sorry, I won't to tell you about the kind of the phone. Hohoho. Bad news is, Puji was too. :(

This airport was a modern and great international airport. It was so clean, comfort, and technologically. Scanning eyes, fingerprints, and then we showed our passport. Once more, it was quickly and technologically process of bureaucracy. Finally the scariest process what we imagined during the journey was been passed (be understand guys, hahaha). For taking our baggage, we just stood up on the mini train and it would carry us. Using a lift with transparent glass walls for reaching a train station.

A Couple in The Mini Train
We decided to go to train station on top of the airport, and they were too, Alhamdulillah :'). Commonly, as developed country, Japan has  an integrated and well-schedule transportation system. 

Anyway, do you know? I just had printed out a blog post which informed us about the station and how to get a ticket, one hour before I went to Soekarno-Hatta International Airport. Hahaha. 

Friday, October 25, 2013

Trying for New Blogger Phone Application

Hi. Now I'm trying to use Blogger application for Android. You can get this one from Google Play. Let's Try and Enjoy it.

LINE on Tour (LINE Goes to IPB): Perjuangan Mendapatkan Boneka LINE

Hi brothers sisters... Assalamualaikum... *lenong*
Piye kabare? iseh enak jamanku toh? *kenapa jadi sticker Pak Soeharto* hahaha.
Eh, gw langsung mulai cap cis cus ya. Ada yang tahu manusia-manusia, hmm sesuatu-sesuatu ini?
sumber: http://fachlerio.wordpress.com












Hah? ga tahu ya? dihhh sama donk. Hahaha.
Ga donk, gue tahu kok. Mereka ini adalah tokoh-tokoh dalam sticker LINE. Jangan bilang lu juga ga tahu LINE apa? Dih kampung. Ok, jadi LINE ini adalah semacam aplikasi pesan instan (Instant Messaging Application) dari Jepang bro. Semacam Whatsapp, BBM, KakaoTalk, YM, dsb. Nah mereka-mereka ini merupak tokoh pada sticker LINE yang ngebantu perpesanan kita makin ekspresif dan menarik. Hahaha. Ke kiri sampai kanan: Boss, James, Cony, Brown, Moon, Sally dan Jessica. Kamu pilih yang mana? masing-masing punya karakteristik sifat yang lucu.

Karena semakin banyaknya persaingan berdarah-darah pada bidang ini, maka sudah wajar setiap perusahaan harus melakukan promosi yang menarik untuk dapat memperluas pasar mereka. So, LINE membuat acara blusukan ke kampus-kampus (bukan nama sebenarnya). LINE on Tour, yap. Sebuah program promosi LINE yang sedang dan akan diadakan di Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Bali, Sumatra dan Kalimantan.

Nah, kemaren itu si LINE akhirnya sudi gitu singgah di kampus tercinta, LINE Goes to Bogor Agricultural University. Acaranya tiga hari, mulai dari selasa-kamis, 22-24 Oktober 2013. Gue langsung antusias buat nengok, gegara temen-temen gue pada foto ama Badutnya LINE si Brown ama Cony. Gue juga kan pengin foto sambil nendang pant*t mereka. Hahaha.

Penampakkan Stand LINE on Tour
Mobil LNE lengkap dengan Potongan Mayat Brown dan Cony
Pada kegiatan LINE on Tour ini yang paling menjadi perhatiaan (karena cuma satu-satunya dan merebutkan boneka LINE) adalah Roulette. Ituloh papan hadiah yang diputer-puter... jeng-jeng-jeng... begini loh...

Thursday, October 24, 2013

Belitong Island: Amazing Collaboration of Culture and Nature

Belitong Island was very 'exotic' place. A place with amazing both human and natural resources. I went and looked closer in a big family last time (23rd-29th January 2013). It's not only about the quantity of family but also about the kinship. Even, a glance I felt warmer than my family at home. In an island, they feel whole of people are their family. Fadhil said, "My neighbors are also my family even far family". As usual, the parent know about the genealogy of their family and tell it to their children. I visited door to door to his uncles. He mentioned his uncle with specifically names, Pa Cik and Pa Jang for examples. Pa Jang is meant Paman Panjang or an uncle who is taller than others. So unique culture tradition I think.

Me and Fadhil's Father Had Planted Mango and Durian Trees
Fadhil's Home
Belitong Island consisted of two regencies, Belitung with Tanjung Pandan as capital and East Belitung with Manggar as capital. People mention Belitong as Bumi Laskar Pelangi (The Lands of Rainbow Troops). It was started from a true story by Andrea Hirata. He is from Gantung, East Belitung. A dream catcher who struggled to achieve his dreams. One of the dreams is go abroad for study. At least out from the island when he was adolescence. The story was written in a novel and movie after he had finished his study abroad. It is very popular novel and movie in Indonesia and international. He was inspired me badly after I had talked with him. I talked with him by his great art, Museum Kata. Hehehe. Thanks Fadhil for inviting me to come at Indonesian most inspiring place.

A Traffic Sign

Thursday, October 17, 2013

Karimun Jawa Islands: Hidden Paradise


Karimun Jawa
Karimun Jawa. Apa yang ada di pikiran lu jika gue menyebut kata itu dan melihat gambar di atas? Mungkin saat ini beberapa orang bakal bilang sebuah wisata pantai. Namun, gue rasa sebagian orangmungkin  belum tahu kalau pantai tersebut berada di sebuah pulau kecil yang terpisah dari jawa. Even, orang jawa sendiri gue rasa juga banyak yang ga tahu. Hahaha. Apalagi berkunjung ke sana. Masih banyak mungkin orang Jepara sendiri yang belum mengunjungi kawasan tersebut. 

Gimana ceritanya lu bisa maen ke sana pik?
Hal ini berawal dari gagalnya rencana traveling gue ke Malaysia-Thailand yang sudah gue beli tiketnya hampir setahun yang lalu. Mungkin Allah belum ridho ama rencana gue kali ya. Gue masih kurang persiapan dan partner gue masih sibuk dengan urusan-urusan yang lebih penting dan prioritas (red:skripsi). Kalau gue paksakan, gue takut ada kenapa-kenapa di sana lagi. Gue ga mau donk tiba-tiba ada headline news begini di koran sana "Tiga pengangguran ganteng asal Indonesia ditemukan menjadi gembel di kawasan Putra Jaya Malaysia" #maak tolong

Akhirnya gue mutusin untuk traveling ke Karimun Jawa. Pertimbangan Karimun Jawa adalah pertama emang gue udah kepengen banget ke sana. Kedua ada promo tiket kereta ke sana. Ketiga ada temen gue di Semarang yang sudah cukup tahu medan di sana *kok jadi medan?*. Tapi pada akhirnya teman-teman gue di sana juga belum bisa menyempatkan traveling ke sana karena kesibukan perkuliahan yang tidak bisa digangu gugat. Gue doank yang merasa free. Mungkin ini keuntungan jadi pengganguran kece kali ya, hahahaha. *hina, bangga gue*. 

Karena tanpa temen gue ga bisa idup, jadi gue ngajakin dan ngebujuk temen-temen kontrakan gue di Bogor. Wengki dan Benex pun akhirnya menjadi korban traveling dadakan ini. Justru rencana seminggu-an yang bisa direalisasikan ya. hahaha.

Oke pik, lalu bagaimana lu menempuh perjalanan ke sana?
Sebagai penganguran yang masih memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) gue jelas seneng banget denger ada promo "Hari Sumpah Pemuda" yang diberikan PT KAI dengan memberikan diskon 28% untuk semua rute kereta api untuk semua kelas kereta api. Langsung saja gue melaju ke Stasiun Jakarta Kota. Biasanya kalau ada promo semacam ini, hanya dapat diperoleh melalui stasiun-stasiun besar seperti Jakarta Kota atau Gambir. Beberapa alternatif kereta ke Semarang sebagai berikut:

1. Menoreh (Ekonomi AC)            RP    110.000-140.000
2. Majapahit (Ekonomi AC)           RP    140.000-160.000
3. Gumarang (Bisnis-Eksekutif)      Rp    170.000-240.000
4. Senja Utama Semarang (Bisnis)  Rp    100.000-130.000
5. Tawang Jaya (Ekonomi)             Rp     35.000-  45.000 (tidak dapat dibeli secara online)

Besarnya harga tiket dipengaruhi posisi gerbong (semakin dekat lokomotif makin murah), jam keberangkatan, weekdays-weekend, dan season tertentu. FYI semua kereta ekonomi saat ini berlaku one seat one person dan dilengkapi dengan AC serta stop kontak (colokan men). 

Friday, October 4, 2013

Sahabat atau Geng Kita Ladang Amal Kita

Hai broo. Akhir-akhir ini kalian sering liat di TV (bagi yang punya TV dan punya siaranya sih) berbagai aksi yang dilakukan oleh geng tertentu, geng motor tertentu misalnya, yang melakukan aksi brutal dan kentut-kentutan di jalan *kebut-kebutannn pik*. Dulu mungkin kalian masih ingat ada geng Nero, geng alayers  (undefined) SMA yang pada maen jambak-jambakan, tarik-tarikan kut*ng, sampai glesar glesor di tanah. Atau geng atau komunitas social yang menyuarakan kepedulian terhadap anti merokok, anti korupsi, anti vickinisasi (undefined) serta melakukan berbagai aktivitas charity. Itu mungkin beberapa contoh dari  geng dan aktivitasnya.

Geng itu menurut gue sendiri semacam kelompok atau komunitas yang pada dasarnya memiliki kecocokan dalam banyak hal, seperti watak, kebiasan atau cara pandang dan sebagainya. Biasanya kecocokan ini timbul karena interaksi yang mereka lakukan di lokasi pada waktu tertentu. Sejak saat itu, komunikasi selalu terjaga sampai pada akhirnya hampir ga bisa lepas, jalan sambil pelukan sampai cepirit barengan. *Geloo so sweet a bitch*

Geng itu ada banyak jenisnya. Geng atau komunitas yang memiliki satu hobi seperti gank motor, geng mancing, dan lain-lain. Ada juga geng yang terbentuk karena satu lokasi gank SMA, geng alayers, geng Nero  cab, Bogor dan lain-lain. Beberapa jenis lain seperti geng fans club, preman pasar, anak-anak pinter dan  sebagainya.

Lalu bagaimana lu memandang sebuah geng pik?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...