Friday, June 27, 2014

I'm Friend with an Introvert

Pernah ga lo bicara tapi ga didengar? Pernah lo ngemeng tapi ditinggal pergi? Atau pernah lo lagi ngemeng dilempar panci? Pernah? Kasihannn deh lo… Hahaha.

Bisa jadi bahan pembicaraan lo ga nyambung. Misalnya jaman-jaman pemilu presiden kaya gini, lo malah bahas kehamilan kucingnya SBY atau kawin sirihnya pembantunya. Sumpah ini absurd banget.
Tapi bisa jadi hal yang berbeda. Ada beberapa orang yang tidak cukup minat untuk terlalu banyak ngomong atau bahkan dengerin orang ngomong. Gue kali ini menyebutnya sebagai orang introvert. 

Apakah itu?


Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Mereka adalah pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu acak. Dari pernyataan di atas kita dapat mengambil kesimpulan kecil, bahwa Introvert adalah pribadi yang “dalam”. Istilah Introvert ini dipopulerkan oleh seorang tokoh Ilmu Psikologi yang bernama Carl Jung. Ini ada referensi “23 Signs You’re Secretly an Introvert”, mampir ke link ini. Mereka ini adalah orang yang suka menghabiskan waktu dengan minum kopi sendiri untuk "recharge their batteries" . Orang yang suka duduk di belakang sendiri. Orang yang memiliki catatan yang lengkap, dsb.


Link di sini

Dalam berhubungan (badan) dengan orang lain yang jelas berbeda dengan kita, we have to get the connection, whatever the kind of this person.

Lalu bagaimana cara menjalin komunikasi dan koneksi dengan orang-orang yang lebih suka diem, lebih suka sendiri, dan lebih suka maen di atas pohon? Padahal lo mungkin orang yang super duber hyperactive. Hahaha. Atau justru lo orang yang lebih diem lagi, udah aja lo ngobrol cuma eye contact geh. -,-“

Sebelum gue ngasih pendapat mengenai bagaimana harus bersikap dengan sang introvert, gue pengin jelasin beberapa hal yang gue pahami dari mereka. Mereka orang-orang yang gue sayangi dan banggakan tentunya.

1. Orang-orang introverts biasanya adalah orang-orang yang “ga enakeun”. Lihat temen belum makan, dia berbagi makanan. Tahu temennya belum pulang, sebentar dia tungguin. Lihat temennya nyeker ga pakai sandal, dia berbagi sandal jepit satu-satu. Lihat temennya sedih dan merasa kesepian di rumah, dia bakar rumahnya biar rame.  Yeahhh

2. Orang-orang introverts ini  paling enak buat dijadiin tempat curhat. Karena doi lebih banyak mendengarkan ketimbang motong curhatan kita. Setelah lo selesai ngomong, dia tinggal kasih saran sedikit dan clear. Lo pasti puas karena sudah mencurah-ruahkan semua yang jadi uneg-uneg lo. Sebaliknya, jika lo minta dia curhat balik, dia bakal enggan buat curhat. Kalaupun akhirnya dia curhat, itu semata-mata karena belas kasih (red: kasihan) ke elo karena sudah banyak curhat. Hahahaha.

Sunday, June 8, 2014

Finally Graduated: Throwback Part 2

Selamat pagi semuanya.

Lama sekali tidak bersua dengan kalian. Berterima-kasihlah kepada Allah yang membangkitkan daku lewat indahnya pagi ini, so gue mau bercerita dengan kalian #malesbeudpik.

Kalau dilihat dari postingan terakhir, hari ini sedikit berbeda. Sekarang gue lagi ga di Bogor. Lokasi gue saat ini berjarak satu jengkal dari Kota Bogor.

Maksudnya pik? Ga usah gaje gitu deh

Iya, gue berjarak sejengkal dari Kota Bogor, tapi di atas peta #tenonettenonet -,-“ #kriuk #forgetit

Gue lagi di Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Jauh banget ga sih? Hahaha. Tapi sayangnya, saat ini gue belum mau bercerita tentang suka-duka kehidupan di sini, biar penasaran sih maksudnya, hahaha #apasih #lanjut.

Kangen banget ga sih sama campus life kalian? Gue sih iyaaa, jujur gue kangen ama anak-anak Agribisnis 2009 IPB.

Sebelumnya gue sudah posting kenapa akhirnya gue kecelakaan masuk Agribisnis IPB. Waktu yang akhirnya menjawab, betapa bersyukurnya gue bisa lanjut kuliah, bisa kuliah di IPB, dan bisa kuliah di Agribisnis IPB.

*Untuk selanjutnya gue sebut Agribisnis dengan singkatan AGB.

Semester 3. Awal-awal masuk departemen sungguh terasa formal dengan birokrasi mahasiswa baru. Maklum, walaupun sudah setahun di IPB, tapi inilah pertama kalinya kami masuk ke departemen. Di IPB, setiap mahasiswa harus menghadapi masa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) di tahun pertama, kemudian baru masuk ke departemen masing-masing. Hanya beberapa orang yang sudah gue kenal di tingkat TPB, kayak si Debby, Rama, Anjani, Aci, dan lain-lain. Sisanya yang gue cuma tahu mereka anak AGB dan cantik-cantik, itu aja (kecuali Uma, Mese, Duse) hahaha #tetep.

Gue agak males buat cerita masa-masa OSPEK (MPD dan MPF), intinya kita berhasil dengan cerobohnya memilih Raihan sebagai CEO Agribisnis 46, atau gampangnya sebagai kacung kami di AGB (red: komti kelas), Hahahaha. Bagaimanapun rupa dan kelakukan cabul nya, kami sangat bangga dan berterima kasih doi mau memimpin kami sampai tua nanti, bahkan sampai mati karena jabatan ini berlaku selama-lamanya, hahaha.

Keseruan MPD kami bisa dilihat di foto-foto ini cok:

badanku sekarang ga begini lagi (red: dah pada melar)
segitiga biru
Gue yang dulu lebih hina :"(
Camen 'cacat mental'
Lihat rambut Deri deh. Mirip apa coba?
Di kelas baru ini, setiap anak AGB sudah punya teman-temannya masing-masing. Tapi, mereka juga sambil berkenalan satu sama lain. Dari awal masuk Departemen AGB kayana anak AGB 46 emang sudah berisik dah. Makanan-minuman jualan dana usaha bertebaran dimana-mana. Pengumuman organisasi dan fotokopi slide menjadi awal kegiatan kami di kelas. Sedikit mahasiswa sudah siap berkompetisi, tapi sebagian besar masih meraba ke-absurd-an materi kuliah di agribisnis. Hahahaha. Hingga sampai akhir semester kami tetap dicap sebagai angkatan yang paling berisik dan sering jadi bahasan di rabuan dosen-dosen. #record #teror #selaludisindirdosendikelas
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...