Friday, September 26, 2014

Ujung Genteng Beach, Sukabumi: Seaturtle, Wave, and Seafood

“Topik, lo enggak boleh pakai baju ijo loh kalo maen di pantai selatan”
“Iya, biar enggak ditaksir ama nyi roro kidul kan?”
“Enggak lah, kalo pake ijo ntar lo dikira lemper isi sambel goreng ati. Tapi ogah juga sih Nyai naksir lo, muke lo aja kaya begonoan”
“Hahaha, mulut lo disekolahin sampe kelas berapa ya, ora ono pendidikane babarblas”.
Pagi itu, cahaya, bau, dan deru ombak pantai di Ujung Genteng berebut berburu mencuri perhatian gue. Tapi gue sih cuek enggak peduli, gue langsung ke pantai aja berjemur dan menghirup udara pantai pagi hari *atuh itu ke bawa suasana donk pik*. Pantai ini punya ombak yang besar yang memecah keheningan dan mehantam karang. Kalian pernah tahu atau dengar bahwa "Sebanyak apapun sampah yang dilempar ke laut, laut akan memuntahkannya ke daratan"? Bersyukur, gue enggak menemuin seonggok sampahpun yang mengotori pemandangan indah pagi itu. Oya, gue aja baru denger cerita sampah itu kok dari blog ini.
Pelepasan Tukik

Pagi itu selepas sunrise, gue berjalan menyusuri pantai di jalan setapak, sisi kanan gue berupa ombak besar pantai, sisi kiri gue berupa jajaran penginapan sepanjang bibir pantai serta sisi depan gue ada emak-emak nyapu jalan. Sayangnya perjalanan ke Ujung Genteng harus diakhiri pagi itu juga. Perjalanan gue di sini sangat singkat, gue mesti kembali ke Kota Sukabumi, kembali mengais, mencari sesuap nasi. Gue berjalan menuju pelabuhan sekaligus tempat pelelangan ikan yang merupakan starting point trayek satu-satunya angkudes (angkutan pedesaan) di daerah Ujung Genteng ini. 
Angkutan Pedesaan (warna merah) : Rp 10.000 Ujung Genteng-Bundaran Surade
Siang kemarin, gue tiba di Pantai Ujung Genteng sehari sebelum kembali ke Sukabumi. Gue check in di penginapan Hexa. Gue memilih standart/single room dengan fasilitas 2 tempat tidur kecil, kipas angin dan kamar mandi dalam dengan harga Rp 200.000 per malam. Di sana ada juga penginapan dengan harga yang lebih murah, Rp 100.000 per malam (yang lebih mahal, banyak), tapi ya tampaknya masalah sanitasi dan kenyamanan agak kurang memadai. Kalau lo masih mahasiswa atau masih nganggur, bisa dicoba. Silahkan berjalan sepanjang pantai dan tentukan sendiri mana yang kalian mau.
Setelah check-in dan istirahat sebentar, gue melanjutkan perjalanan utama gue melihat pelepasan baby penyu ke laut. Untuk dapat menuju penangkaran penyu di pantai penyu yang berjarak 5 Km, kita dapat menyewa motor di penginapan. 
Sewa Motor seharian : Rp 50.000
Konservasi Penyu ini memiliki dua kegiatan yang terbuka bagi masyarakat umum. Pelepasan baby penyu (tukik) jam 18.00 WIB dan peneluran telur penyu tengah malam 22.00-02.00. Harga melihat peneluran jauh lebih mahal, hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pengunjung agar proses peneluran oleh induk penyu tidak tergangu (semakin banyak pengunjung dan nyala senter dapat menggangu proses peneluran). Gue memutuskan mengambil aktivitas pelepasan baby penyu. Senangnya, gue diijinkan memegang penyunya langsung saat proses pelepasan. They feel freeee.... 
Pelepasan Tukik : Rp 10.000 dan Peneluran Telur : Rp 150.000
Selepas itu, gue memutuskan mencari makan yang segar tengah malam. Secara dari tadi perut gue sudah berdisko ria. Gue ke pelelangan ikan untuk membeli ikan segar. Kemudian, ikan segar itu gue minta masakin ke koki tempat gue menginap *enggak mau repot*.
1/2 Ikan Kembung + 1/2 Cumi = Rp 35.000
Service masak: Bakar Ikan + Tumis saus tiram cumi = Rp 25.000
Sebelum gue berangkat ke Pantai Ujung Genteng, pagi itu gue memutuskan mampir sebentar ke Curug Cikaso. Letaknya tidak jauh dari Bundaran Surade, kurang lebih 6 Km atau 12 jam kalau jalan kayang.
Angkudes : Rp 2.000 Bundaran Surade - Depan Jalan ke Curug Cikaso
Ojek ke Curug Cikaso : Rp 40.000-50.000 PP, ditungguin (Negotiable)  
Curug Cikaso itu kece badai karena terdiri atas dua curug kembar yang tinggi. Airnya ijo-ijo seger gitu kaya es cendol Banjarnegara. Pokoknya kalau mau buat lokasi prewedding oke banget dah *keliatan banget ngebet nikah*. Untuk menuju curugnya, kita dapat menggunakan sampan untuk mengarungi sungai yang bermuara ke curug dengan biaya Rp 60.000. Kalau mau hemat, kita dapat melalui sawah dan hutan kecil yang merupakan jalan rahasia, muehehehe. Beruntungnya, bapak tukang ojek mau menghantarkan gue ke lokasi dan nungguin gue di sana *berasa liburan ama bokap sendiri*. 

Pagi selepas shubuh gue berangkat dari Kota Sukabumi menuju destinasi yang telah gue tetapin. Gue cuma bawa satu tas kecil berisi satu stel baju dan perlengkapan mandi (red: cuma sikat gigi ama shampo, sisanya minta-minta). Dari Stasiun Sukabumi, gue bisa naek angkot (warna kuning) sekali jurusan ke Terminal Lembur Situ. Sesampainya di terminal, gue langsung mendapati elf/bus mini jurusan akhir Surade. Perjalanan dengan elf ini kurang lebih memakan waktu 3-4 jam. Kondisi jalan ke sana sebagian sudah diaspal dan halus, sebagiannya sisanya masih berbatu dan aspal berlubang. Buat kita-kita yang kebo abis, lumayan lah bisa ngorok sejam dua jam di dalam elf. Kalau kamu kebelet pipis atau mau cukur ketek, sesekali elf ini berhenti kok, don't worry.
Angkot Stasiun-Terminal : Rp 3.000
Elf Surade : Rp 30.000
Sesampainya di Bundaran Surade, kita masih bisa jalan-jalan sebentar buat makan antara (pagi-siang). Di sana, kita juga dapat menemukan Indomaret beserta saudara-saudaranya,atm bank dan toko-toko baju. Setelah puas menikmati makan antara dan membeli beberapa snack, gue melanjutkan perjalanan ke Pantai Ujung Genteng kurang lebih sejam perjalanan (Pelabuhan dan Pelelangan Ikan) dengan angkudes merah. 
Angkudes : Rp 10.000 Bundaran Surade - Pantai Ujung Genteng.
Jadi total biaya PP Sukabumi-Ujung Genteng* = +/- Rp  130.000
*transport aja, exclude penginapan, makan, dan beli CD sekali pakai.

Demikian sharing perjalanan dua hari ke Ujung Genteng, Ini dia dokumentasinya:
Sungai di Curug Cikaso

Curug Cikaso

Pantai Ujung Genteng


Pantai Penyu, Ujung Genteng

Pantai Penyu, Ujung Genteng


skip skip

2 comments:

  1. foto terakhir itu emang minta di-skip beneran :p

    ciyeeee, yang NGEBET NIKAH mo prewedding di curug cikaso...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkkw.... ojo ngono toh mba uni.
      Mauuuu kawinnnn.... eh nikahhh....

      Delete

I'll reply your comment as soon as possible

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...