Saturday, September 6, 2014

Where's My Backpack? Here it is, Semak Daun Island Kepulauan Seribu Jakarta

Where's my backpack? Where have you been?

Maaf ya buat sohib-sohib yang dah lama nungguin postingan dari gue. Gue tahu kok sesekali lo ke alamat blog gue, tapi gak berhasil menemukan postingan baru dan lo beralih ke music video anacondanya Nicki Minaj. #guemaklum. Sabar aja ya, soalnya gue biasanya butuh waktu luang dan mood yang pas buat ketak-ketik #soksibuk #padahaljobless #gausahadibahas.

Jadi punya cerita seru apa neh pik?

Setelah cukup lama gue menetap di Sulawesi Barat, finally gue bisa kembali menapakkan jejak di tanah jawa, tanah kelahiran gue. Tepatnya sebelum banget lebaran, gue pulang ke Tegal. Walaupun perjalanan gak gampang, gue mesti stress nyari tiket di Jakarta, macet di Jakarta, numpang di orang Jakarta, kasarnya ngegembel di Jakarta. Yaaahhhh Jakarta-Tegal gue tempuh almost 30 hours, atau lima kali dari waktu normal. #sedih #banget #iyagaksih?

But it doesn't matter yang penting gue tidak melewatkan 30 menit moment tersakral dan terpenting sekali setiap tahunnya buat hidup gue, yaitu "sungkeman" sekeluarga. Saat dimana seribu kata maaf dan literan air mata masih belum cukup dihaturkan ke orangtua dan saudara kandung. #sedikitajalebay

Kalau tadi gue ngomongin sedikit tentang kepenatan di Jakarta, gue pengin sharing neh tentang pengalaman liburan gue di Jakarta. Karena keindahan Indonesia terlalu cantik untuk dianggurin dan didiemin aja. Ok It's time for sharing. Yah, liburan di Jakarta bukan cuma di mall, monas, atau bahkan club malam? *pik gue mau | gue juga mau*. 


Jakarta juga punya kepulauan men... ya KEPULAUAN SERIBU #SENGAJA CAPSLOCK #BIARHEBOH #BIARPENGIN #LOHINIMALAHRUSAKCAPSLOCKSNYA HALAH HALah halah.... #fiuh 


Perjalanan gue dimulai dari Bogor. Setelah gue gak berhasil mengajak teman-teman asrama IPB gue selain si Om Kevin, gue hampir memutuskan menunda liburan gue kali ini. Gue gak mau ya tiba-tiba beredar berita-berita yang tidak diinginkan di sepanjang tembok cina atau di billoard NYC. Hahahaha. 

Sebenarnya gak masalah sih traveling berdua bareng sahabat kalian, tapi gue masih belum siap aja nerima fitnah gegara ngeCamp di sebuah pulau cuma berdua. Hahahaha. 

Pada akhirnya, kurang lebih H-1 jam gue berangkat dari kosan di Bogor, Gilang temen SMA gue berhasil gue ajakin untuk gabung bareng Gue dan Kevin ke Pulau Semak Daun. Malam itu juga, jam 20.00 WIB ditemani hujan rintik-rintik, kami berangkat ke Stasiun Bogor. Sedangkan Gilang, Dia nunggu di Stasiun Kereta Pasar Minggu. Fiuhhh... finally berangkat. Bismillah... 
Oya, hal beginian neh yang mesti lo antisipasi. Saat punya rencana travel dengan beberapa orang dan cukup mendadak. Saat tiba-tiba hitungan jam sebelum berangkat mereka cancel keikutsertaanya. (Pada kasus ini alasan dua temen gue, gue maklumi). Kalau gue biasanya, pas sudah mencium bau-bau kejambuan (janji buta), gue akan langsung broadcast ke beberapa temen lain untuk mengajak mereka traveling dengan semenarik mungkin (dari sisi destinasi dan biaya). Misalnya:

1. Hei ikut yuk ke Kepulauan Seribu, sekarang bereangkatnya. Gak usah khawatir semua biaya gue yang tanggung dan di sana udah gue siapin Syahrini buat ulalalala.

kalau gak, kayak gini:

2. Ayooo ikut-ikut ke Kepulauan Seribu, nanti gue "kasih" deh. Hmm,... gue kasih tiket nonton konser SNSD dan SuJu di Seoul termasuk PP CGK-, uang makan, penginapan sama paket haji.

Ya itu contoh aja sih, lo lebih paham ngebujuk temen lo sendiri. Asalkan dia terima beres, kita dah tahu transportasi dan budgetnya, gue rasa udah cukup membantu dia mikir. 

Perjalanan ke sana emang GAK MUDAH banget buat gue, kalau sebelumnya gue gagal kesana gegara banjir dan ombak besar (padahal waktu itu, sudah bawa camp, sudah nginep di stasiun kota dan dah belanja macam-macam). Kali ini rel KRL amblas sebelum Stasiun Bojong Gede karena longsor *oke muter otak*.

Motor udah bocor dan kami parkir di Stasiun Bogor. Akhirnya kami naek angkot carteran ke Stasiun Bojong Gede. Bayar mahal, ganti angkot dan diturunkan sebelum stasiun serta disambut hujan deres menjadi kisah malam itu. Nyaris basah kuyup dan belum sempet makan malam membuat gue mual dan muntah-muntah juga. #iyahguemabokangkot #gausahdibahas #ketawainjugagaboleh. 

Sampai di Stasiun Bojong Gede rame orang, udah hampir larut malam dan gue kehabisan tiket KRL ke Jakarta Kota. Fiks... T.T #gegulingandirelkereta

Alhamdulilahnya ada satu kereta akhir tujuan Depok. Kami memutuskan naek karena kami pikir di Depok pasti ada Hotel ketimbang di Bojong Gede. Setelah makan kue pukis, keadaan gue kembali normal. 
Tips: Makan sebelum kalian traveling itu penting banget, apalagi makan pagi sebelum mulai perjalanan pagi. Kalau kalian cuma ngemil apalagi manis-manis, kemungkinan mabok perjalanan bisa banget. 
"Lang, lo balik dulu aja ke kosan. Gue tahu lo dah nunggu dari tadi. Maaf ya keadaan yang memaksa" 

"Lanjut vin, ke Semak Daun Kepulauan Seribu?" "Oke lanjut". 

Rencana gue emang mau ngeteng dan udah nginep di Jakarta Utara dari malam. Biar pagi-pagi bisa langsung ke Pelabuhan Muara Angke. 
KRL Bogor-Jakarta Kota = Rp 5.000
Depok malam (pagi)  itu.... 02.00 am. 

Gak dapat hotel dan kamar penuh menambah kisah (pilu) kami. Makan (tengah) malam sambil ngeringin badan. Tidur di Pertamina. Shubuh bangun, sholat dan lanjut KRL ke Jakarta Kota. Ngenes? | Jelas. Nyesel? | GAK sama sekali, serius gue happy dan menikmati setiap traveling gue. 

Jakarta Kota pagi itu... 07.00 am
Naek Bajaj Warna Biru Stasiun Jakarta Kota-Pelabuhan Muara Angke = Rp 30.000 
FYI, bajaj kan sekarang ada dua, Merah dan Biru. Dengan tarif yang relatif sama, lebih enak kalau kalian naek Bajaj Biru karena lebih luas dan gak bunyi (walaupun lebih jarang ditemukan).
Muara Angke Tarif masuk Bajaj = Rp 2.000
Rameee.... rame bangettt di sini. Salahnya gue, padahal kami nganggur, kami milih hari Sabtu buat pergi ke Semak Daun. Salah banget karena rame abis. Tapi ini jadi pengalaman sih, jadi kita tahu keadaan terburuk kalau terpaksa ke sana lagi pas weekend.

Kebanyakan dari orang-orang kota yang liburan di sini sudah punya travel agent masing-masing. Jadi mereka tinggal ngrumpi dan nunggu aja. Cocok buat teman-teman yang gak mau rempong dan banyak duit. :D

Gue langsung cari-cari inpo dan masuk ke dermaganya. Di sana sudah banyak kapal-kapal nelayan atau ojek kapal atau tradisional yang parkir berjajar. Puluhan kapal dan dengan destinasi pulau yang berbeda-beda, P. Pramuka, P. Harapan, dan lain-lain.

Ada beberapa alternatif ke Kepualauan Seribu, diantaranya: Pelabuhan di Muara Angke (Kapal Nelayan), Kali Adem (Kapal Dinas Perhubungan Pemprov. Jakarta), dan Ancol/Marina (Speedboat) ama kalau mau, kalian renang atau naik getek. Kali ini gue mutusin blusukan merakyat dari Muara Angke dengan Kapal Nelayan *modus gembel*. Kalau naik kapal tradisional, kita tinggal pilih aja mau kapal yang mana, terus naik dan pilih tempat deh. Gak ada karcis-karcisan, jadi uang dibayar di dalam kapal pas sudah mau sampe.
Muara Angke-Pulau Pramuka (3 Jam) = Rp 35.000 / orang
Kalau mau naek Kapal yang lebih bersih dan cepet (2 Jam), kalian bisa naek dari Dermaga Kali Adem. Ngantri tiket di loket (gak bisa pesan) trus naik deh.


1Kapal di Zona 1 rutenya meliputi Muara Angke – Pulau Untung JawaMuara Angke – Pulau LancangMuara Angke ke Pulau Pari dan antar pulau di dalam Kepulauan Seribu. Rp 42.000
2Zona 2 meliputiMuara Angke – Pulau PramukaMuara Angke – Pulau KelapaMuara Angke –Pulau Tidung dan Muara Angke – Pulau Payung. Rp 52.0000

sumber: http://tigadibumi.wordpress.com/
Berlayar.... Belum sarapan pagi - muntah-muntah - sedih.
Tips: Buat kalian yang mabuk laut, usahakan duduk di bagian atas kapal dan dekat dengan jendela atau tempat yang banyak udara/angin. Hal yang terpenting adalah sarapan pagi dan minum obat antimabok kalau bisa. 
Sampai pramuka, kami makan siang dan bertemu dengan Bapak Pemandu yang telah kami hubungi untuk menyewa kapal kecil  beserta nahkodanya PP Pulau Pramuka - Pulau Semak Daun. 
Makan Siang warteg = Rp 10.000 - 15.000
Sewa Kapal Kecil P. Pramuka - P. Semak Daun = Rp 200.000 - 300.000 per kapal (tergantung keahlian negosiasi dan kebaikan nelayannya) 
Sewa Peralatan Snorking = Rp 15.000 
Sampai di Pulau Semak Daun kita nyari spot yang bagus buat ngediriin tenda. Karena weekends, jadi ada cukup banyak yang nge-camp di pulau ini, ya mungkin 10 tenda mah ada.
Biaya izin nge-camp di Pulau Semak Daun = Rp 15.000 per orang 
Beberapa hal yang kamu perlu bawa dan siapin saat ngecamp semalam atau dua malem di sebuah pulau:

1. Camp kecil, matras (buat tidur dan sholat), dan kompor parafin beserta parafinya buat masak. Kamu juga bisa buat api unggun sih, cuma karena anginnya kenceng, kalian mesti gali lobang atau ditutupin pake barang-barang atau orang-orang. 

2. Senter/headlamp/lampucharge perlu juga buat penerangan di tenda dan saat di luar tenda. Bawa satu tapi udah di-charge full yaaahh. 

3. Al-Quran buat dibaca di sana (aplikasi hape bisa) dan garam buat ditaburin di sekeliling tenda. 

4. Peralatan Masak sederhana: Wajan kecil, sendok, gelas aqua, piring sterofoam. Ini yang simplenya aja ya buat sekedar masak mie, ngopi atau ngrebus2 singkong. Kalau kalian mau makan cukup enak, bawa panci, pisau, tatakan, dan spatula untuk masak. Misalnya mau masak ikan, sayur, sosis, dsb. 

5. Makanan ringan, mie instan, dan kopi. Kalau mau lebih enak, bisa bawa bakso, sosis, dan ikan (bisa dibeli di pasar ikan Muara Angke)

6. Powerbank, gunting/pisau kecil, tali rafia (buat jemuran), dan trash bag (buat sampah dan baju kotor), sarung (buat sholat, ganti celana dalam, selimut dan sajadah juga bisa) dan kamera.

Price list: Sewa Camp                   = Rp 20.000 / hari
                          Matras                 = Rp 2.000 / hari
                          Kompor Parafin  = Rp 1.000 / hari
                          more info: Green Camp Bogor

Oya, ini dia beberapa info di Semak Daunnya. Di sana ada satu rumah/warung yang jual pop mie, gorengan, kopi, susu dan fasilitas nge-charge *harga wajar, lo yang gak wajar*. Jangan lupa kalau kalian nge-camp banyakan, kalian baiknya beli aqua dan sewa galon dari Pulau Pramuka ya, sebelum berlayar ke Pulau Semak Daun. 
Sewa Galon dan Air Mineral = Rp 20.000
Jadi total biaya ke Pulau Seribu Bertiga PP = +/- Rp 250.000 / orang
Thanks brooo and sisttt dah mau dengerin sharing gue. Pengalaman seru di Semak Daun, gue ceritain lewat foto-foto ini aja ya.... ;D. 











"Because of traveling in Indonesia is too beautiful and strange not to share" 

3 comments:

I'll reply your comment as soon as possible

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...