Saturday, January 16, 2016

Story of My 2015 part 1: Emotional Pages

Terima kasih yak sudah mau membuka dan mencoba membaca tulisan blog gue sampai kalimat ini. Wait wait... lanjutin aja ya bacanya, hargai, kita kan temen hahaha!.

It's been a long time banget gue gak blogging, mungkin sudah lebih dari setahun kali ya, hahaha. Sekarang udah tahun 2016 dan last post blog gue di Desember 2014, How time flies so fast! 
Oke gue makin tua dan masih jomblo.
Ehm. Lanjut aja ya, canda.

2015 ini gue lewati dengan cepat, mungkin karena cenderung tanpa special moment, lebih tepatnya tanpa achievement, eh gak tanpa achievement juga sih, tetapi lebih ke tanpa women. MasyaAllah kenapa jadinya lari ke sana lagi. Fokus Pik.
Ehm.

Alhamdulillah sebagian besar target 2015 tercapai, sebagian lagi, ya sekitar 80% masih belum tercapai. Bingung kan lo itung-itungan matematikanya gimana? sama. Eits, it doesn't mean gue gak bersyukur dengan pencapaian setahun kemarin ya, tapi lebih ke gue belum bisa mencapai target-target tahun lalu, to be continued this year. 

Btw, mengawali tahun baru ini, tahun dimana gue baru buka blog dan hati gue lagi, gue mau sedikit nge-resume cerita-cerita tahun kemarin biar lo gak kagok jadi fans blog gue ke depannya.

Waktu itu akhir tahun 2014, gue asal ngomong aja ke temen-temen di tempat gawe lama, bahwa di tahun 2015 gue akan dapet pekerjaan yang lebih mengerti gue, yang mengerti kondisi cicilan kredit gue dan mengerti betapa keluarga gue butuh gue disamping mereka, ya kerja di JAWA. Waktu itu gue bilang sebagai contohnya bekerja di Ojek (bukan nama sebenarnya, nama sebenarnya bunga) dengan gaji yang besar. Bekerja enam bulan di Perkebunan Kelapa Sawit daerah pedalaman Sulawesi Barat membuat gue kayak orang yang dilahirkan dan dibesarkan oleh alam. Gue seperti lahir sebagai Tarzan atau Raja Rimba. Drama lo Pik!.

2015 started from: Gue mencapai target 2015, yaitu bekerja di tempat yang ngertiin gue banget anaknya, ya di Ojek. Lembaga independen yang memiliki tugas dan fungsi mengatur, mengawai dan melindungi apa-apa aja yang berada dalam sektor jasa keuangan. Gue ikut dalam program Pendidikan Calon Staf (PCS) II, program khusus macam Management Trainee (MT) di perusahaan swasta dengan jumlah pegawai yang diterima 213 orang biasa  + 1 artis (gue) dari 65.000 orang. Kisah drama proses rekrutmenya di-post terpisah ya, dapatkan di toko-toko terdekat.

Waktu itu perjuangan juga sih mendapatkan pekerjaan yang menurut kebanyakan orang "menarik" ini, apalagi gue lagi napsu banget jadi seorang saudagar kaya yang ganteng dan kece. So, why did you find a job? Ini semua karena gue sangat mempertimbangkan advice dari orang tua. Gue meyakini, bahwa apa yang menjadi ridho mereka merupakan ridhoNya.

'Pik, kamu pokoknya mesti kerja dengan berdasi ya biar macam orang bener. Sekarang kan kamu jomblo biar cewek banyak yang tertarik nantinya, hahaha!'
Gue bales aja, 'Iya mi, nanti aku kerja pake dasi kupu-kupu, tapi gak pakai baju dan bawa-bawa nampan''
'PIK NGOMONG KOWEN GUYONAN! NGOMONG ORA! MAMI IWA ESIH PENGIN DUWE PUTU*!' seru si Mami Iwa. Lah, pimen enyong jawab malah doi sewot *translating, back to bahasa


Gue jadi inget malem itu, waktu gue masih nganggur, kami sepakat buat buka bisnis aja. Mami Iwa udah menawarkan modal sepuluh juta buat gue bikin usaha. Yeah, I will be an entrepreneur, but... Is it too weak to getting money easily like that? and suddenly I cried. Ini sedihnya mirip drama-drama Korea.

'Mi gue besok mau ke Jakarta buat mencoba mencari pekerjaan sekali lagi, aku mau cari modal usaha sendiri' lantang gue ngomong ke Mami Iwa, menolak tawaran modal usaha tersebut. I thoughtit would be nice part in my life path, dengan tetap komunikasi secara baik bersama orangtua, gue yakin bisa menghasilkan rencana yang sempurna. 

Sesampainya di Jakarta gue sambil membangun bisnis kecil-kecilan dengan temen kuliah gue, si Yanti. Kami membangun sebuah bisnis di bidang interior, it's named RUMAH AWAN. Berjalan beberapa bulan, bisnis kami berkembang biak baik, namun karena tidak bisa fokus sambil bekerja di Ojek, gue give up. Bisnis ini menjalani proses likudasi, seluruh aset perseroan dijual dan direksinya mengundurkan diri. Tragis. 

Bulan Maret 2015 kami dilantik untuk mengikuti rangkaian training PCS II, mencoba menggali minat dan bakat seta menikmati pekerjaan baru ini. Ada kebanggan tersendiri bisa bergabung di PCS II bersama dengan orang-orang terbaik bangsa. Gue punya teman-teman baru yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata, di sini. Kata orang sih ya:
"Intelligent people tend to have less friends than average person. The smarter you are, the more selective you become" by this
Tapi kata gue, "Intelligent people tend to have many friends, The smarter you are, you need more to get much more" Oleh karena itu, gue berencana memasak otak-otak mereka jadi soup Tai Pi San.

Kelas A
Lagi serius mendengarkan pengajar di kelas
Kelas A

Keluarga Pinus
The Chibies and Boys
Abstrak
Black Magic Team
Orang-orang pedalaman
Gue bahagia dan menikmatinya setiap proses in class, kesamaptaan dan OJT bareng mereka. Kami bisa makan kudapan pagi dan sore yang bikin timbangan anjlok. Terus waktu latihan Samapta, kami bisa yang makan siang bareng dalam waktu 10 detik dan mandi busa ramean... yang pasti terdengar sangat-sangat mengerikan ya?

Sampai akhirnya waktunya telah tiba, waktunya penempatan masa orientasi dimana ada kemungkinan more than 90% lo akan diangkat dan ditempatkan di sana, Hahaha! *Zoom in Zoom Out

'Kantor OJeK Provinsi Nusa Tenggara Barat, diisi oleh TAUFIK HIDAYAT', Jantung gue berdetak kencang seperti seakan-akan lo dihadapkan pada Angelina Jolie yang siap menembakan shotgun ke kepala lo. Luar biasa cantik.

Again, Gue bakal bekerja di luar jawa...

to be continued...


*'PIK NGOMONG KAMU BERCANDA! NGOMONG TIDAK! MAMI MASIH PENGIN PUNYA CUCU!

4 comments:

  1. Random parah tulisannya. Tulisan dua tahun dirangkum jadi beberapa paragraf doank. Mau gw bantuin bersihin nggak blognya, kayaknya banyak debunya nih wkwkwkwkwk. BTW, kenalin lah satu dua anak OJek yang cewek ke gw hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha gw ringkas biar para reader ga ketinggalan ceritanha. Maklum ditinggal 1 tahun, jadi banyak sarang laba2 jg. Serius neh? Japri yak hahaha

      Delete
  2. Nice post Pik.. this story could describe how u pass the 2 years ago,and highlighted the very special 'moment'during those period.. keep walk and run!

    ReplyDelete

I'll reply your comment as soon as possible

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...